Special Plan: Kolaborasi Salurkan Energi untuk Masyarakat lewat Pembangunan PLTS KDKMP di Pulau Sembur

1782036987_2d1a03cffa6326ab25e8

Kolaborasi Salurkan Energi untuk Masyarakat lewat Pembangunan PLTS KDKMP di Pulau Sembur

Special Plan – Pada Jumat (19/6), Kementerian Koperasi Indonesia (Kemenkop) bersama Pertamina New & Renewable Energy (NRE) melakukan inspeksi pembangunan tahap awal Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau. Corporate Secretary Pertamina NRE, Nur Hidayati, mengonfirmasi bahwa proyek PLTS KDKMP di pulau tersebut telah mencapai progres sekitar 80%. Dalam pernyataan tertulis, ia menyampaikan apresiasi terhadap koordinasi dan dukungan dari berbagai pihak, terutama Kemenkop dan masyarakat Pulau Sembur yang aktif mempercepat realisasi proyek.

Penyebab Pemilihan Pulau Sembur

Pulau Sembur, yang terletak di tengah gugusan Pulau Galang, merupakan pulau kecil yang hanya dapat diakses melalui jalur laut selama sekitar satu jam dari Kota Batam. Sebelumnya, penduduk setempat mengalami keterbatasan akses ke listrik yang memadai, sehingga terpaksa bergantung pada generator berbahan bakar diesel dengan biaya operasional tinggi. Pemilihan pulau ini sebagai lokasi proyek KDKMP berbasis energi baru dan terbarukan menjadi langkah strategis untuk mengatasi masalah tersebut.

“Proyek PLTS KDKMP ini telah mencapai kemajuan signifikan sebesar 80%. Kami berterima kasih atas kerja sama dan dukungan semua pihak, terutama Kementerian Koperasi RI serta masyarakat Pulau Sembur yang berperan aktif dalam menghadirkan solusi energi,” ujar Nur Hidayati dalam pernyataan tertulis, Minggu (21/6).

KDKMP, sebagai bentuk kelembagaan ekonomi koperasi, memenuhi kriteria utama pengembangan proyek, yaitu adanya aktivitas ekonomi yang beroperasi serta keberadaan koperasi yang sudah terbentuk namun belum terhubung ke jaringan listrik. Proyek ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat terpencil untuk mengelola sumber daya lokal, termasuk energi bersih, sebagai bagian dari sistem ekonomi yang mandiri.

Detil Pembangunan Tahap Pertama

Pada tahap pertama, seluruh panel surya telah terpasang, sementara sistem baterai telah tiba di lokasi proyek. Nur Hidayati menjelaskan bahwa PLTS ini dibangun dengan kapasitas 400 kilo-watt peak (kWp) dan didukung baterai sebesar 600 kilo-watt hour (kWh). “Nantinya, total kapasitas PLTS akan mencapai 1 megawatt-peak (MWp) dengan baterai 1 megawatt-hour (MWh),” tambahnya.

Saat ini, fokus utama pembangunan berada pada penyelesaian jaringan distribusi listrik, integrasi sistem baterai, serta perealisasian fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut meliputi cold storage dengan kapasitas 5 ton dan ice maker yang mampu menghasilkan 2 ton es per hari. Kedua alat ini akan dikelola langsung oleh Koperasi Merah Putih setempat dan diperkirakan beroperasi penuh pada triwulan III 2026.

Kemajuan Ekonomi melalui Energi Bersih

Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi pusat pengelolaan usaha produktif yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Nur Hidayati menegaskan bahwa energi terbarukan bukan hanya menyediakan pasokan listrik andal, tetapi juga mendorong inovasi dalam aktivitas ekonomi. Dengan kehadiran PLTS, nelayan tidak lagi bergantung pada pasokan es dari luar pulau. Mereka bisa menyimpan hasil tangkapan ikan lebih lama, sehingga mengurangi biaya operasional dan menekan ketergantungan pada genset diesel.

“Kami berharap proyek ini menjadi contoh bagaimana energi terbarukan tidak hanya menghadirkan keandalan listrik, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sinergi antar koperasi,” pungkas Sri, yang kemungkinan adalah Nur Hidayati atau pihak lain dalam Kemenkop.

Dalam kunjungan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop, Panel Barus, menjelaskan bahwa proyek PLTS KDKMP merupakan bukti nyata kolaborasi lintas instansi. “Ini menunjukkan komitmen bersama dalam menyediakan energi terjangkau kepada masyarakat desa, sehingga mereka bisa mengembangkan usaha produktif berbasis energi,” jelasnya.

Panel Barus menambahkan bahwa keberhasilan proyek ini juga terlihat dari partisipasi tenaga kerja lokal dalam berbagai tahapan konstruksi. Dengan memprioritaskan tenaga kerja setempat, proyek ini tidak hanya mengurangi biaya, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan warga Pulau Sembur. Setelah beroperasi, listrik dari PLTS akan digunakan sebagai faktor produksi utama, khususnya untuk menjalankan cold storage dan pabrik es, yang menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi sehat.

Arti Proyek PLTS Berbasis Koperasi

Proyek PLTS KDKMP di Pulau Sembur adalah proyek energi terbarukan pertama di Indonesia yang menggabungkan model koperasi sebagai pengelola utama aset dan penggerak kegiatan ekonomi. Model ini menempatkan koperasi sebagai penggerak utama, sehingga manfaat yang dihasilkan dari energi bersih dapat kembali kepada anggota dan warga desa. Dengan pendekatan ini, energi bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga alat untuk memperkuat kapasitas ekonomi lokal.

Selain itu, proyek ini diharapkan menjadi referensi bagi lokasi serupa di Indonesia. Panel Barus menjelaskan bahwa sinergi antara Kemenkop dan Pertamina NRE menciptakan model yang bisa diadopsi di daerah lain, terutama yang memiliki potensi sumber daya alam tetapi terisolasi dari infrastruktur listrik. “Kami ingin memastikan masyarakat desa mendapatkan manfaat ekonomi berkelanjutan melalui pengelolaan usaha yang didukung energi bersih,” tambahnya.

Dengan peluncuran PLTS KDK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *