Kurang darah atau anemia dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi dan nutrisi penting lainnya. Temukan daftar makanan untuk kurang darah yang membantu meningkatkan kadar hemoglobin secara alami.
Saya tahu bagaimana rasanya mengalami kurang darah atau anemia. Tubuh terasa lemah, mudah lelah, dan kulit serta wajah terlihat pucat. Kekurangan asupan zat besi adalah penyebab utama anemia.
Saya menemukan solusinya dengan makanan penambah darah yang kaya akan zat besi. Ketika tubuh kekurangan zat besi, produksi hemoglobin terganggu1. Makanan yang kaya akan zat besi membantu mengembalikan hemoglobin yang sehat.
Berbagai jenis makanan bisa mengatasi anemia, seperti daging merah, jeroan, dan sayuran berdaun hijau1. Mereka kaya akan zat besi yang meningkatkan hemoglobin. Makanan yang mengandung asam folat juga mendukung produksi sel darah merah1.
Dengan rutin mengonsumsi makanan penambah darah ini, saya yakin bisa menjaga hemoglobin tetap stabil. Tubuh pun akan kembali bugar.
Table of Contents
ToggleApa itu Anemia dan Penyebabnya
Anemia adalah kondisi ketika tubuh tidak cukup sel darah merah atau hemoglobin. Hemoglobin membawa oksigen ke seluruh tubuh2. Kadar hemoglobin rendah bisa membuat kita merasa lelah, pusing, dan kurang energi3.
Gejala Anemia
Gejala anemia termasuk mudah lelah, pucat, pusing, dan sulit berkonsentrasi3. Kekurangan zat besi, vitamin B12, atau folat bisa menyebabkannya4. Kondisi medis tertentu juga bisa menjadi penyebab4.
Faktor Risiko Anemia
- Kekurangan zat besi, vitamin B12, atau folat4
- Perdarahan kronis, seperti pada penyakit Crohn, kanker, atau ginjal2
- Perlu nutrisi lebih banyak, seperti saat hamil2
- Kondisi medis seperti thalasemia atau anemia sel sabit4
Anemia bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Termasuk kekurangan nutrisi, kondisi medis, atau kebutuhan tubuh yang tinggi24. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi penting untuk mengidentifikasi penyebab dan penanganannya.
Pentingnya Zat Besi untuk Tubuh
Zat besi sangat penting untuk kesehatan kita. Ia berperan penting dalam pembentukan hemoglobin di sel darah merah5. Hemoglobin membantu mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh, memastikan organ-organ berfungsi dengan baik5.
Kurangnya zat besi bisa menyebabkan anemia defisiensi besi. Gejala-gejala termasuk lemas, sesak napas, pusing, dan jantung berdebar5. Kondisi ini berdampak buruk pada kesehatan dan produktivitas6.
Zat besi juga penting untuk menjaga energi dan fungsi otak yang optimal7. Ia memperkuat sistem kekebalan dan mendukung proses pemulihan dan pembentukan jaringan7. Karena itu, asupan zat besi yang cukup sangat penting untuk kesehatan kita.
Untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian5, makanan kaya zat besi seperti daging merah, seafood, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian sangat disarankan7. Dengan asupan yang seimbang, kita bisa menjaga kesehatan dan mencegah masalah kekurangan zat besi.
Jenis Zat Besi pada Makanan
Zat besi dalam makanan terbagi menjadi dua jenis utama: zat besi heme dan zat besi non-heme. Zat besi heme berasal dari hemoglobin dan ditemukan di makanan hewani. Sedangkan, zat besi non-heme banyak di makanan nabati. Tubuh lebih mudah menyerap zat besi heme daripada non-heme.
Zat Besi Heme
Zat besi heme adalah jenis yang mudah diserap tubuh. Biasanya ditemukan di makanan hewani seperti daging, ikan, dan jeroan. Misalnya, 100 gram daging merah mengandung sekitar 3 mg zat besi heme8.
Zat Besi Non-Heme
Zat besi non-heme kurang mudah diserap dibandingkan dengan heme. Sumber utamanya adalah makanan nabati seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan produk olahan kedelai. Misalnya, 100 gram bayam mengandung sekitar 3 mg zat besi non-heme, 100 gram sawi mengandung sekitar 2 mg, dan 100 gram brokoli mengandung sekitar 1 mg8.
Walaupun zat besi non-heme lebih sulit diserap, kombinasi dengan heme bisa membantu memenuhi kebutuhan harian. Makanan kaya vitamin C bersama dengan non-heme bisa meningkatkan penyerapan89.
Sumber Makanan Kaya Zat Besi
Untuk menjaga kesehatan dan mencegah anemia, kita perlu memastikan asupan zat besi yang cukup. Beberapa sumber makanan kaya zat besi yang dapat Anda konsumsi antara lain daging merah, daging unggas, jeroan, serta sayuran hijau10.
Daging Merah dan Unggas
Daging merah seperti sapi dan kambing merupakan sumber zat besi heme yang sangat baik. Dalam 100 gram daging merah, terkandung sekitar 2,7 miligram zat besi10. Sementara daging unggas seperti ayam dan bebek juga mengandung zat besi, meskipun dalam jumlah yang lebih rendah, yaitu sekitar 1,3 miligram per 100 gram10.
Jeroan
Jeroan, khususnya hati, kaya akan zat besi. Dalam 100 gram hati sapi, terdapat hingga 6,5 miligram zat besi10. Jeroan merupakan salah satu sumber zat besi terbaik yang dapat membantu mengatasi anemia.
Sayuran Hijau
Selain daging, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli juga kaya akan zat besi nonheme. Dalam 100 gram bayam mentah, terdapat 2,7 miligram zat besi10, sedangkan dalam satu cangkir brokoli yang dimasak, terdapat sekitar 1 miligram zat besi10.
Dengan beragam sumber makanan kaya zat besi ini, Anda dapat mengatur pola makan yang seimbang dan memenuhi kebutuhan zat besi harian11.
| Jenis Makanan | Kandungan Zat Besi |
|---|---|
| Daging Merah (100 gram) | 2,7 mg10 |
| Hati Sapi (100 gram) | 6,5 mg10 |
| Daging Unggas (100 gram) | 1,3 mg10 |
| Bayam Mentah (100 gram) | 2,7 mg10 |
| Brokoli Masak (1 cangkir) | 1 mg10 |
Makanan untuk Kurang Darah Terbaik
Bagi yang kurang darah atau anemia, ada banyak makanan yang bisa membantu. Makanan kaya zat besi, protein, vitamin, dan nutrisi lainnya penting. Ini membantu meningkatkan hemoglobin dan memperbaiki kondisi kurang darah12.
- Daging merah dan unggas kaya zat besi heme yang mudah diserap. Hati sapi, misalnya, mengandung 6,5 miligram zat besi per 100 gram. Ini memenuhi 36% kebutuhan harian12.
- Makanan laut seperti tiram kaya dengan 28 miligram zat besi per 100 gram. Ini setara dengan 155% kebutuhan harian12.
- Kacang-kacangan kaya dengan zat besi non-heme. Satu cangkir kacang-kacangan mengandung 6,6 miligram zat besi12.
- Sayuran hijau seperti bayam kaya dengan 6,5 miligram zat besi per cangkir (180 gram)13.
- Buah-buahan seperti delima, kurma, dan semangka kaya vitamin C. Vitamin C membantu penyerapan zat besi12.
- Sereal dan biji-bijian tinggi zat besi, seperti biji labu. Biji labu mengandung 8 miligram zat besi per porsi12.
Konsumsi makanan kaya zat besi dan vitamin C secara teratur penting. Ini membantu meningkatkan hemoglobin dan mengatasi kurang darah dengan efektif12. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis dari aplikasi Halodoc. Mereka bisa memberikan saran dan resep makanan penambah darah yang tepat12.

Manfaat Vitamin C untuk Penyerapan Zat Besi
Vitamin C sangat penting untuk penyerapan zat besi di tubuh14. Ia mengubah ferrik menjadi ferrous, yang lebih mudah diserap14. Makanan kaya vitamin C dan zat besi membantu penyerapan nutrisi ini.
Sumber Vitamin C Alami
Ada beberapa sumber vitamin C alami yang bagus untuk dikonsumsi bersama makanan penambah darah:
- Jeruk, lemon, dan jeruk bali yang kaya akan vitamin C15
- Paprika, tomat, dan buah beri seperti stroberi yang tinggi kandungan vitamin C-nya15
- Alpukat yang mengandung folat dan vitamin C yang cukup tinggi15
- Buah naga, leci, dan apel yang termasuk buah kaya zat besi dan vitamin C15
Makanan kaya vitamin C membantu penyerapan zat besi lebih cepat14. Ini meningkatkan hemoglobin, mengatasi anemia atau kekurangan darah.
Studi menunjukkan, vitamin C dan zat besi bersama meningkatkan hemoglobin lebih baik dari hanya zat besi16. Kombinasi yang tepat antara keduanya mengatasi anemia lebih baik.
Rekomendasi Asupan Zat Besi Harian
Kebutuhan zat besi berbeda tergantung usia dan jenis kelamin. Anak-anak perlu 7-10 mg per hari17. Remaja pria butuh 11 mg, remaja wanita 15 mg, dan pria dewasa 9-11 mg per hari17. Wanita dewasa membutuhkan 18 mg, dan ibu hamil 27 mg per hari17.
Memenuhi kebutuhan ini bisa mencegah anemia. Ini penting untuk kesehatan kita.
WHO melaporkan, pada 2008, anemia di Indonesia meningkat. Pada 2011, prevalensi anemia di bawah 5 tahun mencapai 40–45%17. IDAI merekomendasikan suplemen zat besi untuk bayi usia 6–24 bulan17.
WHO merekomendasikan suplemen 10–12,5 mg/hari untuk 3 bulan. Ini untuk daerah dengan anemia >40%17. Suplemen ini meningkatkan hemoglobin dan memperbaiki parameter hematologis17.
Memahami kebutuhan zat besi kita bisa mencegah anemia. Ini penting untuk kesehatan kita.
Tips Mengonsumsi Makanan Penambah Darah
Ada beberapa cara untuk meningkatkan penyerapan zat besi dan mengatasi anemia secara efektif18. Ikuti tips berikut agar tubuh mendapat nutrisi yang cukup. Ini penting untuk produksi sel darah merah yang sehat.
- Minum air putih cukup banyak setiap hari. Ini membantu penyerapan zat besi di tubuh.
- Konsumsi makanan yang kaya gula, seperti buah dan madu. Gula bisa meningkatkan penyerapan zat besi19.
- Lebih baik hindari aktivitas berat atau mendadak. Ini bisa bikin kehilangan darah dan burukin anemia.
- Lebih baik jauhi alkohol. Ini bisa hambat penyerapan zat besi di tubuh.
- Perhatikan pola makan Anda. Makan makanan kaya zat besi secara teratur, seperti daging merah, hati, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah-buahan1819.
- Gunakan stoking kompresi saat tidur. Ini bisa mencegah penumpukan darah di kaki dan bantu sirkulasi darah.
Dengan mengikuti tips ini, tubuh bisa menyerap zat besi lebih baik. Ini membantu atasi anemia. Jika hemoglobin dalam darah tetap rendah18, sebaiknya konsultasi dokter. Mereka bisa bantu cari penyebab dan solusi.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter
Mengonsumsi makanan kaya zat besi adalah langkah awal yang baik untuk mengatasi anemia20. Jika gejala anemia tidak membaik, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter spesialis21.
Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab anemia Anda21. Berdasarkan hasil, dokter akan memberikan rekomendasi penanganan yang tepat. Ini termasuk suplemen zat besi atau pengobatan lain jika diperlukan21.
- Gejala kelelahan, sesak napas, dan detak jantung cepat yang terus-menerus.
- Pola makan buruk atau asupan vitamin dan mineral tidak memadai.
- Periode menstruasi yang sangat berat.
- Gejala maag, gastritis, wasir, atau tinja berdarah.
- Riwayat keluarga dengan anemia atau anemia herediter.
- Gejala setelah terpapar timbal.
Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, segera periksa ke dokter spesialis21. Penanganan yang cepat dan tepat bisa mencegah komplikasi anemia yang lebih serius. Komplikasi tersebut termasuk masalah jantung, kehamilan, depresi, dan gangguan sistem kekebalan tubuh21.
Kesimpulan
Anda tidak harus selalu menggunakan obat untuk kurang darah atau anemia. Makanan kaya zat besi seperti daging merah, daging unggas, dan jeroan bisa membantu. Makanan laut, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah-buahan juga penting22.
Vitamin C juga penting untuk penyerapan zat besi. Buah-buahan seperti jeruk, stroberi, dan apel kaya vitamin C. Ini membantu tubuh menyerap zat besi lebih baik22.
Jika Anda merasa lelah, pusing, atau pucat dan tidak membaik, segera cari dokter. Dokter bisa melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan yang tepat23.
FAQ
Apa itu anemia dan apa penyebabnya?
Anemia adalah kondisi ketika tubuh tidak cukup banyak sel darah merah atau hemoglobin. Penyebabnya bisa karena kurangnya produksi sel darah merah, kehilangan darah berlebih, atau kerusakan sel darah merah.
Apa saja gejala anemia?
Gejala anemia termasuk mudah lelah, pusing, pucat, dan sulit berkonsentrasi.
Apa saja faktor risiko anemia?
Faktor risiko anemia termasuk diet tidak seimbang, perdarahan kronis, penyakit tertentu, dan kebutuhan nutrisi yang meningkat, seperti pada ibu hamil.
Apa peran dan manfaat zat besi bagi tubuh?
Zat besi penting untuk pembentukan hemoglobin di sel darah merah. Hemoglobin membantu mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga organ-organ berfungsi dengan baik.
Apa saja jenis zat besi pada makanan?
Ada dua jenis zat besi: heme dari hemoglobin pada makanan hewani dan non-heme pada makanan nabati.
Apa saja sumber makanan kaya zat besi?
Sumber makanan kaya zat besi termasuk daging merah, daging unggas, jeroan, makanan laut, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah-buahan.
Apa saja makanan terbaik untuk mengatasi anemia?
Makanan terbaik untuk mengatasi anemia termasuk daging merah, daging unggas, jeroan, makanan laut, kacang-kacangan, sayuran hijau, sereal, buah-buahan, dan biji-bijian.
Apa peran vitamin C dalam penyerapan zat besi?
Vitamin C penting untuk penyerapan zat besi. Sumber vitamin C termasuk jeruk, lemon, paprika, tomat, jeruk bali, dan buah beri.
Berapa kebutuhan zat besi harian yang dianjurkan?
Kebutuhan zat besi berbeda tergantung usia dan jenis kelamin. Anak-anak butuh 7-10 mg per hari. Remaja pria 11 mg, remaja wanita 15 mg, pria dewasa 9-11 mg, wanita dewasa 18 mg, dan ibu hamil 27 mg per hari.
Apa saja tips untuk memaksimalkan penyerapan zat besi?
Tips untuk penyerapan zat besi termasuk minum air putih, mengonsumsi makanan mengandung gula, tidak bergerak mendadak, hindari alkohol, atur pola makan, dan gunakan stoking kompresi.
Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?
Jika anemia tidak membaik dengan makanan penambah darah, sebaiknya konsultasi dokter spesialis untuk penanganan yang tepat.
Link Sumber
- https://www.halodoc.com/artikel/13-jenis-makanan-penambah-darah-bantu-mencegah-anemia
- https://www.alodokter.com/anemia
- https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/675/makanan-untuk-anemia
- https://www.halodoc.com/kesehatan/anemia
- https://www.alodokter.com/5-alasan-tubuh-anda-membutuhkan-zat-besi
- https://sangobion.co.id/mengapa-zat-besi-itu-penting
- https://www.halodoc.com/artikel/6-alasan-zat-besi-penting-dikonsumsi-setiap-hari
- https://www.alodokter.com/pentingnya-zat-besi-untuk-tubuh
- https://www.alodokter.com/stamina-prima-berkat-makanan-mengandung-zat-besi
- https://www.halodoc.com/artikel/9-makanan-mengandung-zat-besi-untuk-kesehatan-tubuh?srsltid=AfmBOoqWc2X2402bjigHTWoDjhkvi8ukqTHXMvLPrV5rcd6aIID9K7-n
- https://dp3appkb.bantulkab.go.id/news/cegah-anemia-dengan-makanan-penambah-darah
- https://www.halodoc.com/artikel/13-jenis-makanan-penambah-darah-bantu-mencegah-anemia?srsltid=AfmBOop_wNFZ11lwxtaPFdJqGVIMOcrqJJBu0_oktWZazHL3e75g_69p
- https://rsisurabaya.com/buah-dan-sayur-rekomendasi-untuk-penderita-anemia/
- https://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/download/137/110
- https://www.alodokter.com/15-buah-penambah-darah-yang-mudah-didapatkan
- https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkmi/article/download/39947/20949
- https://www.alomedika.com/efektivitas-dan-keamanan-suplementasi-zat-besi-rutin-pada-bayi-usia-6-24-bulan
- https://www.halodoc.com/artikel/konsumsi-makanan-penambah-darah-efektif-untuk-anemia
- https://www.detik.com/jogja/kuliner/d-7313601/15-makanan-dan-minuman-penambah-darah-yang-aman-untuk-mengatasi-anemia
- https://www.halodoc.com/artikel/mengidap-anemia-kapan-sebaiknya-periksakan-diri-ke-dokter
- https://www.halodoc.com/artikel/gejala-kurang-darah-yang-perlu-ditangani-dokter-spesialis
- https://www.halodoc.com/artikel/buah-buahan-penambah-darah-untuk-mencegah-anemia
- http://scholar.unand.ac.id/122718/2/BAB Akhir (Kesimpulan & Saran).pdf







