• Kesehatan
  • /
  • Perbedaan Steroid dan Non Steroid: Penjelasan Lengkap

Perbedaan Steroid dan Non Steroid: Penjelasan Lengkap

Perbedaan Steroid dan Non Steroid – Obat antiinflamasi terdiri dari dua jenis utama: steroid dan non-steroid. Keduanya sangat berbeda dan penting untuk diketahui. Penggunaan steroid sudah lama dikenal1.

Ilmuwan telah meneliti mereka sejak 1849 saat Berthold menguji steroid pada ayam. Pada 1936, Ruzicka berhasil membuat testeron dari kolesterol1. Antara 1948-1954, Searle dan Ciba menguji ribuan steroid buatan mereka.

Obat antiinflamasi non-steroid, atau NSAID, umumnya dipakai untuk gout arthritis akut2. Meski demikian, kortikosteroid juga efektif. Mereka mempunyai efek samping lebih ringan pada perut.

Gout arthritis disebabkan oleh kristal asam urat di sendi2. Menurut ACR dan EULAR, terapi pertama haruslah NSAID, kortikosteroid, atau kolkisin.

Pengertian Obat Antiinflamasi

Obat antiinflamasi adalah jenis obat yang meredakan peradangan3. Peradangan bisa disebabkan oleh banyak faktor, termasuk luka, infeksi, dan reaksi tubuh terhadap zat asing3. Ada dua jenis obat ini, yaitu obat steroid dan non-steroid3.

Obat steroid seperti Dexamethasone dan Prednison mengurangi zat penyebab peradangan3. Obat ini sering digunakan untuk rematik, asma, dan kondisi peradangan lainnya3.

Obat non-steroid, contohnya Ibuprofen dan Naproxen, mengurangi peradangan dan nyeri. Mereka juga bisa menurunkan panas3.

Menggunakan obat antiinflamasi perlu hati-hati. Penting untuk mengikuti saran dokter khususnya untuk pasien dengan kondisi tertentu4. Pemilihan obat yang tepat akan meningkatkan pengobatan tanpa efek samping yang serius.

Perbedaan Mekanisme Kerja

Obat antiinflamasi steroid dan non-steroid bekerja secara berbeda3. Obat steroid, seperti kortikosteroid, hambat zat yang timbulkan peradangan3. Sedangkan non-steroid, contohnya ibuprofen, hambat enzim yang buat respons peradangan3.

Obat Antiinflamasi Steroid

Obat seperti deksametason dan prednison bekerja secara unik3. Mereka hentikan pembuatan zat peradangan, berupa prostaglandin dan leukotrien3. Obat ini umum dipakai untuk atasi bengkak pada sendi, otot, tulang, serta pembuluh darah3.

Obat Antiinflamasi Non Steroid

Obat non-steroid, seperti ibuprofen dan paracetamol, bekerja berbeda5. Ibuprofen masuk dalam NSAID, cocok untuk nyeri ringan hingga sedang5. Paracetamol gunanya untuk turunkan panas serta henti rasa sakit, efeknya tidak antiinflamasi5. Mekanisme kerja mereka sama, yaitu hambat enzim yang peran dalam buat respon peradangan3.

Untuk gout arthritis akut, NSAID dan kortikosteroid sama-sama bagus menurut ACR2. Beberapa penelitian tunjukkan, baik kortikosteroid maupun NSAID efektif mengurangi bengkak, eritema, serta ringankan serangan gout2.

Parameter Obat Antiinflamasi Steroid Obat Antiinflamasi Non Steroid
Mekanisme Kerja Menghambat produksi zat yang menyebabkan peradangan Menghambat enzim siklooksigenase (COX)
Contoh Obat Deksametason, Prednison Ibuprofen, Paracetamol
Penggunaan Peradangan sendi, otot, tulang, pembuluh darah Nyeri ringan hingga sedang, penurun demam
Efek Samping Risiko efek samping gastrointestinal lebih rendah Lebih sering menimbulkan efek samping kulit

Baik steroid maupun non-steroid, keduanya berguna lawan peradangan2. Pilih obat berdasarkan kebutuhan pasien, efektivitas, serta efek samping253.

Perbedaan Steroid dan Non Steroid: Penjelasan Lengkap

OAINS dan kortikosteroid sama-sama baik dalam mengurangi nyeri pada serangan gout arthritis akut. Hal ini terbukti dari studi yang dilakukan2. American College of Rheumatology (ACR) juga menyatakan bahwa kedua obat ini sama-sama efektif2.

Memilih obat untuk gout arthritis akut sebaiknya memperhatikan kondisi pasien. Juga, penting untuk memikirkan ketersediaan obat dan pengalaman pasien sebelumnya2. Hasil studi menunjukkan bahwa OAINS dan kortikosteroid memiliki efikasi nyeri yang hampir sama2.

Kortikosteroid memiliki risiko efek samping yang lebih rendah, termasuk tidak baik bagi lambung. Hal ini sangat baik untuk pasien gout yang berusia. Sebaliknya, OAINS lebih mungkin menyebabkan ruam kulit menurut meta analisis2.

Pemberian kortikosteroid dalam jangka waktu pendek cenderung aman. Tetapi, perlu diperhatikan dalam pasien dengan kondisi khusus seperti diabetes6.

Baik OAINS maupun kortikosteroid memiliki pro dan kontra. Penting untuk mengerti perbedaan di antara keduanya untuk memilih yang terbaik. Hal ini membantu meningkatkan efektivitas pengobatan sambil mengurangi efek samping276.

Perbandingan Efikasi

Menurut tinjauan ilmiah terbaru, kortikosteroid dan OAINS sama-sama efektif untuk gout akut2. Keduanya menurunkan rasa nyeri, menyusutkan pembengkakan, dan mengurangi kemerahan. Mereka juga setara dalam menyelesaikan gejala dan memblokir rasa sakit tambahan2.

Berdasarkan penelitian oleh Billy dan rekan-rekan pada 2018, hasilnya menarik. Mereka membandingkan 6 uji coba dengan 817 pasien gout akut2. Hasilnya menunjukkan kortikosteroid dan OAINS sama baiknya dalam mengelola nyeri gout akut.

Meta-analisis lain oleh Yu et al. pada 2018 fokus pada efek dari prednisolon oral dan OAINS. Mereka melihat 3 uji coba dengan total 584 pasien. Hasilnya? Prednisolon oral sama efektifnya dengan OAINS dalam mengendalikan nyeri gout2.

Rainer et al. pada 2016 mempelajari prednisolon dan indometasin pada 376 pasien dengan serangan gout akut. Mereka menemukan bahwa prednisolon tak kalah baik dengan indometasin dalam mengurangi nyeri2. Studi serupa dilakukan oleh Janssens et al. pada 2008, membandingkan prednisolon dan naproksen. Mereka menemukan hasil yang sama, di mana kedua obat itu sama efektifnya dalam mengurangi nyeri2.

Dari semua temuan ini, kesimpulannya jelas. Kortikosteroid dan OAINS memiliki efikasi yang sama. Keduanya baik dalam menyembuhkan gout akut dan mengurangi rasa sakit tambahan.

Perbandingan Efek Samping

Ketika harus memilih antara obat antiinflamasi steroid (kortikosteroid) dan non-steroid (OAINS), kita perlu memahami beda efek samping keduanya8. Di Amerika Serikat dan Eropa Barat, banyak obat antiinflamasi digunakan. Hingga 4% sampai 7% dari resep obat adalah OAINS8.

Meski demikian, setiap obat punya potensi efek samping yang berbeda.

Efek Samping Obat Antiinflamasi Steroid

Kortikosteroid cenderung lebih aman terkait dengan gangguan pencernaan seperti maag, dan efek samping perut lainnya dibanding OAINS2. Tetapi, kulit bisa jadi lebih mudah ruam saat menggunakan kortikosteroid2.

Penggunaan obat ini untuk waktu singkat umumnya aman. Namun, harus hati-hati jika ada kondisi-kondisi seperti diabetes tidak terkontrol, osteoporosis, dan herpes aktif2.

Efek Samping Obat Antiinflamasi Non Steroid

OAINS, terutama indometasin, bisa menyebabkan mual, sakit perut bagian atas, dan perdarahan di lambung lebih sering dibandingkan kortikosteroid2.

Indometasin juga diketahui memberikan efek samping kecil yang lebih banyak daripada prednisolon2.

OAINS selektif untuk enzim siklooksigenase-2 mungkin memperburuk kondisi jantung pada mereka yang sudah punya gangguan jantung8.

Meta-analisis menunjukkan risiko 3x lebih tinggi terkena penyakit pembuluh darah jika menggunakan OAINS dibandingkan plasebo8.

Diklofenak meningkatkan risiko penyakit jantung koroner sebesar 1,41 kali lebih besar dibandingkan plasebo. Sementara ibuprofen sebesar 2,22 kali lebih besar8.

Di hadapan nyeri dan peradangan, kita harus teliti memilih antara steroid dan OAINS. Kortikosteroid umumnya lebih aman dalam jangka pendek. Namun, kondisi medis tertentu perlu diperhitungkan.

OAINS seperti indometasin punya efek samping yang harus diwaspadai pada sistem pencernaan dan jantung892.

Pertimbangan Pemilihan Obat

Pada saat memilih obat, penting untuk memikirkan faktor tertentu10. Hal-hal seperti penyakit lain yang dimiliki pasien, kemudahan mendapatkan obat, dan sejarah penggunaan obat sangat krusial10.

Kortikosteroid lebih bagus digunakan untuk mereka yang bisa terkena masalah pencernaan10. OAINS sering kali bikin masalah seperti sakit perut (indigestion), mual, muntah, dan perdarahan pada lambung. Ini terjadi karena OAINS non-selektif bisa menyebabkan ulkus peptikum.

Ngomongin soal akses ke obat juga penting11. Di desa mungkin informasi soal obat kurang, jadi orang sering salah gunain OAINS. Ini bisa bikin masalah kesehatan yang lebih serius dan memperpanjang penyakit11.

Penting juga untuk pakai OAINS dengan benar berdasarkan saran dari dokter. Organisasi kesehatan seperti PORI dan PAPDI mengingatkan untuk kurangi efek samping dan manfaat obat untuk pasien11.

Faktor Pertimbangan Kortikosteroid OAINS
Risiko Efek Samping Gastrointestinal Lebih Rendah Lebih Tinggi
Ketersediaan Obat Tergantung Lokasi Tergantung Lokasi
Pengalaman Penggunaan Sebelumnya Tergantung Pasien Tergantung Pasien

Dengan memperhitungkan ini semua, dokter bisa memilih obat antiinflamasi yang terbaik untuk pasien1011. Ini membantu pasien dapat manfaat obat maksimal dan kurang efek samping negatif.

Pemilihan Obat Antiinflamasi

Kesimpulan

Kita telah mempelajari perbedaan antara obat antiinflamasi steroid dan non-steroid. Kedua obat ini bekerja berbeda7. Obat steroid menghambat sebagian prostaglandin. Sedangkan obat non-steroid menghambat enzim COX-1 dan COX-2.

Obat non-steroid lebih sering digunakan oleh masyarakat12. Namun, kadang-kadang steroid lebih baik. Ini terjadi khususnya pada pasien yang berisiko efek samping pada perut7.

Untuk meningkatkan obat non-steroid dengan kelarutan rendah, metode seperti pengembangan sistem biner bisa digunakan12. Ada juga berbagai cara untuk menguji aktivitas antiinflamasi. Misalnya, dengan uji edema pada kaki tikus atau dengan memeriksa permeabilitas vaskular12.

Dalam memilih obat antiinflamasi yang tepat, penting untuk memikirkan efektivitas dan efek samping13. Kombinasi obat non-steroid dan relaksan otot ternyata lebih baik. Misalnya, pada mengurangi nyeri punggung bawah daripada obat tunggal13.

Dengan pemahaman yang tepat, manfaat pengobatan bisa lebih besar. Dan risiko bagi pasien bisa diminimalkan.

Link Sumber

  1. https://rsudza.acehprov.go.id/tabloid/2016/10/14/mengenal-steroid-obat-dewa-di-tengah-masyarakat/
  2. https://www.alomedika.com/kortikosteroid-vs-obat-antiinflamasi-non-steroid-pada-reaksi-artritis-gout-akut
  3. https://kumparan.com/kata-dokter/obat-anti-inflamasi-manfaat-dosis-aturan-pakai-dan-efek-samping-1z7OVCOK9KX
  4. https://alomedika.com/kortikosteroid-vs-obat-antiinflamasi-non-steroid-pada-reaksi-artritis-gout-akut
  5. https://www.halodoc.com/artikel/catat-ini-perbedaan-obat-paracetamol-dan-ibuprofen
  6. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1421/penyalahgunaan-steroid-di-masyarakat-manfaat-dan-efek-samping-steroid
  7. https://www.alodokter.com/obat-antiinflamasi-nonsteroid
  8. http://repository.lppm.unila.ac.id/8442/1/1127-1729-1-PB_2.pdf
  9. https://cdkjournal.com/index.php/cdk/article/download/623/832/3595
  10. https://reumatologi.or.id/wp-content/uploads/2020/10/Rekomendasi_OAINS_2014.pdf
  11. http://repository2.unw.ac.id/925/5/S1_0501218A096_BAB I – Ilasari.pdf
  12. http://scholar.unand.ac.id/20798/7/bab 1 pendahuluan PDF.pdf
  13. http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/6809/

fitinfosehat.com

FitInfoSehat.com adalah platform yang didedikasikan untuk menyediakan informasi terkini dan bermanfaat seputar kesehatan dan gaya hidup sehat. Kami berkomitmen untuk membantu pembaca kami mencapai hidup yang lebih sehat melalui artikel yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami. Dengan tim penulis yang terdiri dari para ahli di bidang kesehatan dan gaya hidup, kami berupaya untuk menjadi sumber referensi utama bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas hidup mereka.

You May Also Like

Selamat datang di fitinfosehat.com! Kami adalah sumber terpercaya untuk informasi kesehatan dan gaya hidup seimbang.

You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

Contact Us

Have questions or feedback? We’re here to listen!

© 2025 Fitinfosehat.com. All rights reserved.